dEwA 'N MnZz 'Blog Campur Aduk Blog'e Cah Surungan

Rabu, 04 September 2013

Upacara Larung Sedekah Laut Masyarakat Morodemak

8 Orang Tewas Tenggelam saat Tradisi Syawalan di Jepara Dan Dua Korban Belum Ditemukan

Kamis, 15 Agustus 2013

Jepara: Sebuah kecelakaan perahu wisata di Perairan Laut Jepara, tepatnya di kawasan Pulau Panjang, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, delapan orang ditemukan tewas dan puluhan lainnya masih dalam pencarian.

Pemantauan Media Indonesia di Jepara, Kamis (15/8), pencarian terhadap korban perahu wisata bermuatan sekitar 40 orang yang tenggelam di Perairan Laut Jepara, tepatnya di kawasan Pulau Panjang, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, hingga malam masih dilakukan, setelah delapan orang ditemukan tewas dan 34 lainnya ditemukan luka.

Tim SAR bersama warga dan aparat kepolisian masih  terus menyusuri beberapa titik untuk menyisir kemungkinan ada korban yang belum ditemukan setelah perahu wisata yang merupakan pengunjung tradisi Syawalan itu tenggelam pukul 13.00 WIB.

Meskipun belum diketahui secara pasti penyebab tenggelamnya perahu tersebut, dugaan sementara adalah karena gelombang besar dan perahu yang digunakan kelebihan penumpang.

Data yang berhasil dihimpun di RSUD Kartini Jepara menyebutkan delapan penumpang meninggal dunia dan 34 lainnya terluka setelah perahu wisata terbalik di perairan Pulau Panjang, Jepara, Jawa Tengah.

Dari delapan korban meninggal dunia, baru lima jenazah yang teridentifikasi yakni  Junaidi, 40, warga Katun Sari, Demak, Sukarjo, 50, warga Gamong, Keliwungu, Kudus,  Rahmo Pulodarat, warga Pecangaan, Jepara, Habibah Habifasiyullah, warga Perum Bukit Asri Demaan, Jepara, dan Mohamad Kurniawan, 5, warga Bakalan, Kalinyamatan, Jepara. Sedangkan tiga jenazah lainnya yakni dua wanita dewasa dan satu anak laki-laki belum teridentifikasi.

Koordinator Regu Pencari dan Penolong Tim SAR Jepara Totok Setyanto mengatakan, korban tewas tersebut diduga merupakan pengunjung pada lomban (pesta laut) kupatan di Kabupaten Jepara.

"Kecelakaan yang diperkirakan terjadi sekitar pukul 13.00 WIB di daerah Pulau Panjang," kata Totok.

Peristiwa kecelakan itu berawal ketika acara tahunan tradisi syawalan, yakni Lomban Kupatan yang biasa digelar masyarakat Jepara, banyak mengundang perhatian, karena selain dilaksanakan tradisi larung kepala kerbau juga ada perang ketupat antarperahu.

Sebagai acara tradisi tahunan dengan kegiatan lomban melihat keindahan laut, sejumlah pengunjung memanfaatkan puluhan perahu wisata dengan berkeliling sekitar pantai atau ke Pulau Panjang.

Sebelumnya, BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kelas II Semarang telah memperingatkan bahaya di laut Jawa, karena ketinggian gelombang mencapai 3 meter lebih. (Akhmad Safuan).

Dua orang kini masih dinyatakan hilang akibat perahu terguling saat merayakan tradisi Syawalan di Pulau Panjang, Laut Jepara, Jawa Tengah, Kamis (15/8). Korban hilang dinyatakan hilang karena kedua keluarga korban itu melapor ke petugas. Sementara, akibat peristiwa ini, delapan orang meninggal.

Kepala Bidang Perhubungan Laut Dinas Perhubungan dan Informatika Kabupaten Kudus Sutana mengatakan, hingga semalam ditemukan 8 orang. Sementara jumlah yang hilang belum diketahui karena sebagian keluarga belum melapor. Korban meninggal disemayamkan di Ruang Jenazah Rumah Sakit Daerah Kabupaten Jepara.

“Korban meninggal ada 8, yang di ICU satu orang, yang rawat inap 20, yang rawat jalan 19, dan yang langsung pulang 8 orang,” jelas Sutana.

Masalah muatan kapal, kata dia, diduga menjadi penyebabnya.

“Dugaan sementara kelebihan muatan dan kondisi ombak memang sedang tinggi,” tambah Sutana.

Korban meninggal yang sudah diketahui identitasnya adalah:

1.    Ahmad Irfan Ramadan (5) asal Bakalan, Kecamatan Kalinyamatan, Jepara, Rasmi asal Pulodarat, Pecangaan, Jepara.
2.    Sukarjo (50) asal Desa Gamong, Kaliwungu, Kudus.
3.    Junaedi (40) asal Kantonsari, Demak.
4.    Adibah Haprivan Zunba (16) asal Kelurahan Demaan, Jepara.
5.    Sukarni (30) asal Desa Bulu, Jepara.
6.    Adel asal Desa Bulu, Jepara.

Kecelakaan diperkirakan antara pukul 12.00-13.00 WIB, ketika perahu yang memuat puluhan penumpang yang berwisata merayakan Lebaran ketupat bertolak dari Pulau Panjang. Akan tetapi, nahkoda perahu terlalu tajam dalam memutar perahu tersebut, sehingga terguling beserta penumpangnya. (Ahmad Rodli)

 

Perahu Syawalan Tenggelam di Perairan Pulau Panjang Jepara.

16 August 2013 

JEPARA, Kecelakaan laut terjadi  di perairan Pulau Panjang Kabupaten Jepara. Acara syawalan yang seharusnya menjadi  hari yang meriah berubah menjadi  petaka. Perahu yang seharusnya hanya berkapasitas penumpang 20 orang, dipaksakan utuk mengangkut sekitar 40-60 orang. Akibatnya perahu terbalik dan tenggelam. (Kamis, 15/8).
Pos Kesehatan yang  berada di Kantor Gubernur Jawa Tengah dan Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah sampai dengan hari ini (Jum’at 16/8 jam 08.00) mencatat ada 8 orang yang tewas dalam kecelakaan laut ini. Korban tewas dalam kecelakaan ini Ahmad Irfan ( 5 tahun - RT 1 RW 5 desa Bakalan, Kalinyamatan, Jepara), Sukarjo (5 tahun - RT 2 Desa Gamong,Kaliwungu, Kudus), Rasmu (65 tahun - RT 6 RW 1, Desa Pulodarat, Pecangaan, Jepara), Adiba Haprifan Zuna ( 16 tahun - RT 2 RW 6 Kelurahan Demaan, Jepara), Junaidi ( 50 tahun - RT 1 RW 2, Katonsari, Demak), Diva ( 7 tahun -RT 1 RW 2, Katonsari, Demak), Sukarni (55 tahun - RT 3 RW 5, Kelurahan Bulu, Jepara),  dan Adelia (10 tahun - RT 3 RW 5, Kelurahan Bulu, Jepara).
Sampai dengan pukul 17.00 hari Rabu, 15/8 petugas Pos Kesehatan Kabupaten Jepara melaporkan, bahwa korban di rawat di Rumah Sakit Daerah Kabupaten Jepara sebanyak 36 orang, yang menjalani rawat inap sebanyak 25 orang dan rawat jalan 11 orang.
Kecelakaan bermula dari perahu yang bertolak dari dermaga Pulau Panjang yang akan bertolak ke dermaga Kartini Jepara, dengan muatan penuh dari depan sampai belakang, bahkan menurut informasi sampai di atap kapal. Perahu beberapa saat melaju ke tengah laut dan terhantam ombak, kemudian terguling. Menurut informasi gelombang di sekitar Pulau Panjang memang cukup kuat.
Tim SAR sempat menghentikan pencarian korban pada pukul 18.00 disebabkan kondisi gelap dan angin bertiup kencang. Pada  pagi Jum’at  (16/8) akan melanjutkan pencaharian korban, karena dimungkinkan masih ada korban yang berada di bangkai kapal yang tenggelam.  Dalam upaya pencarian ini akan diterjunkan Tim dari Polda JAwa Tengah, SAR Ditpolair Polda dan Anggota Brimob.
Dalam pencarian sebelumnya terlibat berbagai potensi relawan, baik dari TNI, BAsarnas, SAR Jepara, Jepara Rescue, Orari PMI dan Polair Polres Jepara.  
Sementara itu di Pos Kesehatan Kantor Gubernur Jawa Tengah, juga menerima laporan bahwa terjadi kecelakaan laut di Pajtai Sigandu Batang. Musibah yang terjadi di Panatai Sigandu ini menelan dua orang korban, masing-masing Nurochman (25 tahun)  dan Arif Ardana ( 8 tahun).

PPP Morodemak Gelar Sedekah Laut Peringati Syawalan

DEMAK - Sedekah laut dalam rangka peringatan syawalan di PPP Morodemak rencananya akan dimulai pada pukul 08.00 di aula TPI Morodemak, Kamis (15/8/2013).
Rencananya kegiatan sedekah laut tersebut akan dibuka oleh Bupati Demak, Moh Dachirin Said. Menurut Plt Kadis Pariwisata dan Kebudayaan, M Ridwan, Bupati bersama rombongan dijadwalkan berangkat dari pendopo Kantor Pemkab Demak pukul 07.15.
Dari pantauan Tribun Jateng di PPP Morodemak lokasi pusat acara masih tampak lenggang. Hanya ada sejumlah petugas dari Satpol PP dan anggota kepolisian dari Polres Demak yang berjaga di sekitar TPI Morodemak.

Warga Morodemak Gelar Istighosah Sebelum Acara Sedekah Laut

DEMAK - Dalam rangka memeringati syawalan, PPP Morodemak akan menggelar acara sedekah laut yang akan dipusatkan di TPI Morodemak, Bonang. Acara rencananya akan dibuka langsung oleh Bupati Demak, Moh Dachirin Said pada pukul 08.00.
Plt Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Demak, M Ridwan mengatakan malam sebelum digelarnya acara sedekah laut, sejumlah warga di PPP Morodemak menggelar kegiatan Istighosah.
"Tadi malam warga Morodemak menggelar Istighosah sebelum digelarnya sedekah laut. Itu sudah tradisi yang tiap tahun dilaksanakan sebelum gelaran sedekah laut," terangnya, Kamis (15/8/2013).

Warga Pesisir Demak Gelar Sedekah Laut

15 Agustus 2013

Warga pesisir Demak menggelar sedekah laut, Kamis (15/8) di Pantai Morodemak. Tradisi yang digelar turun temurun ini diharapkan bisa mendatangkan keberkahan bagi nelayan setempat.
Ketua panitia, Iskandar Rohmat mengatakan, tradisi ini sudah ada sejak jaman nenek moyang. Pernah suatu kali, nelayan setempat mengabaikan tradisi tersebut.
Alhasil dalam beberapa bulan, mereka mengalami paceklik. Karena itu, nelayan pun kembali menggelar tradisi tersebut. "Tradisi ini sebagai bentuk syukur atas berkah yang diberikan kepada nelayan selama satu tahun. Digelar setiap satu minggu setelah Lebaran," katanya, usai melarung sesaji.
Untuk menyemarakkan acara tersebut juga digelar pertunjukkan wayang kulit semalam suntuk. Selain itu, pasar malam dan aneka lomba turut memeriahkan sedekah laut.
Sementara itu, pengunjung yang memadati Pantai Morodemak menikmati liburan Syawal dengan menyewa perahu. Pemilik perahu memasang tarif Rp 5.000/orang.