dEwA 'N MnZz 'Blog Campur Aduk Blog'e Cah Surungan

Sabtu, 06 Juli 2013

Jelang Ramadan, objek wisata Palabuhanratu diserbu pengunjung

Jelang Ramadan, objek wisata Palabuhanratu diserbu pengunjung
Badan Penyelamat Wisata Tirta Kabupaten Sukabumi mencatat sekitar 20 ribu lebih wisatawan memadati objek wisata laut mulai dari Pantai Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap hingga Palabuhanratu. Banyak warga yang menghabiskan liburan di pantai sebelum memasuki bulan Ramadan.

"Jumlah wisatawan memang mulai padat, tetapi belum puncaknya. Diperkirakan puncak kedatangan wisatawan akan terjadi mulai Sabtu sore ini, karena banyak warga dari berbagai daerah yang ingin menyambut datangnya Ramadan atau kami sebut 'papajar' dengan berwisata ke laut bersama keluarga," kata Humas dan Infokom Balawista Kabupaten Sukabumi, Dede Sumarna seperti dikutip dari Antara, Sabtu (6/7).

Menurut Dede, diperkirakan wisatawan yang akan datang ke objek wisata laut bisa menembus angka ratusan ribu orang, karena dari pantauan pihaknya di loket-loket pintu masuk ke objek wisata sudah terjadi penumpukan kendaraan dan hampir seluruh titik pantai dipadati wisatawan.

Selain itu, cuaca pun mendukung bahkan ombak dan gelombang tidak ada sehingga banyak wisatawan yang memilih ke laut untuk berekreasi bersama keluarga maupun rekannya yang datang baik dari dalam Sukabumi maupun luar Sukabumi.

"Mayoritas wisatawan yang datang ke objek wisata laut khususnya Palabuhanratu berasal dari luar daerah seperti Bogor, Jakarta, Bandung, Cianjur, Depok dan daerah dekat dengan Sukabumi. Wisatawan yang datang mayoritas menggunakan kendaraan pribadi baik roda dua maupun empat, bahkan cukup banyak wisatawan yang datang dengan menggunakan kendaraan bak terbuka," tambahnya.

Dikatakannya, tingginya wisatawan yang datang ke laut selain itu menyambut Ramadan juga bersamaan dengan libur sekolah dan kenaikan kelas sehingga hari libur tersebut banyak dimanfaatkan oleh wisatawan untuk datang ke objek wisata laut di Sukabumi yang tiketnya terjangkau.

Sementara, Ketua Forum Komunikasi SAR Daerah Kabupaten Sukabumi, Okih Fajri Assidiqie mengatakan walaupun jumlah wisatawan yang datang ke Palabuhanratu dan objek wisata laut lainnya belum ada laporan adanya kasus kecelakaan laut baik tenggelam maupun terseret arus.

"Kami terus melakukan pemantauan dan menyiagakan petugas di pos-pos yang sudah disediakan serta mengimbau kepada wisatawan agar mematuhi peraturan dan mengindahkan instruksi dari petugas keamanan laut," kata Okih.

Sumber: http://www.merdeka.com

Ribuan pelajar Pontianak sambut Ramadan dengan pawai taaruf

Ribuan pelajar Pontianak sambut Ramadan dengan pawai taaruf
Ribuan pelajar mulai dari SD hingga SMA dan sederajat di Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, mengikuti pawai taaruf, baik berjalan kaki atau naik kendaraan hias dalam menyambut bulan Ramadhan 1434 Hijriah.

"Pelaksanaan pawai taaruf sebagai bentuk ungkapan syukur kita dalam menyambut bulan Ramadhan yang tinggal beberapa hari lagi," kata Wali Kota Pontianak Sutarmidji dalam sambutannya pada pelepasan pawai taaruf di Jalan Rahadi Oesman Pontianak, Sabtu (6/7).

Sutarmidji menjelaskan, kedatangan bulan Ramadhan harus disambut dengan suka cita, serta diiringi dengan peningkatan amal dan ibadah kepada Allah SWT.

"Sangat rugi bagi umat muslim yang tidak menyambut bulan Ramadhan dengan suka cita dan meningkatkan amal ibadahnya," ujarnya, seperti dilansir Antara.

Pemkot Pontianak dan Panitia Hari Besar Islam (PHBI) serta remaja Masjid Mujahidin bekerjasama dalam melaksanakan pawai taaruf dalam menyambut bulan Ramadhan 1434 Hijriah di kota itu, sebagai wujud kegembiraan dalam menyambut datangnya bulan Ramadhan.

"Mudah-mudahan dengan digelarnya pawai taaruf yang dimeriahakan oleh para siswa dan siswi, serta para satuan kerja perangkat daerah (SKPD) maka bisa menggugah dan mengajak umat muslim untuk lebih meningkatkan lagi ibadahnya sepanjang bulan Ramadhan," kata Sutarmidji.


Sementara itu, Kepala Bagian Humas Pemkot Pontianak Ana Suardiana menyatakan, pawai taaruf tersebut, dibagi dalam dua bagian, yakni pejalan kaki yang juga dimeriahkan oleh drum band dari Sanawiyah II, SMA Bina Utama, SMA I Pontianak, dan Min Teladan, selain itu peserta juga menggunakan kendaraan hias dengan rute yang berbeda.

Untuk rute pawai taaruf yang berjalan kaki, yakni mulai dari Jalan Rahadi Oesman dilanjutkan ke Jalan Pak Kasih, Hasanuddin, Merdeka, Jenderal Urip, Sudirman dan berakhir kembali Jalan Rahadi Oesman.

Sementara peserta pawai taaruf yang menggunakan kendaraan hias, yakni mulai dari Jalan Rahadi Oesman dilanjutkan ke Jalan Hasanuddin, Rais A Rahman, Pancasila, Sultan Syahril, Ampera, Ahmad Yani, Veteran, Tanjungpura dan berakhir di Jalan Rahadi Oesman, katanya.

Pihak panitia juga menyiapkan berbagai hadiah menarik yang akan diberikan kepada para peserta dengan cara diundi, kata Kabag Humas Pemkot Pontianak.


Sumber: http://www.merdeka.com

Tempat hiburan malam ditempel stiker buka tutup selama Ramadan

Tempat hiburan malam ditempel stiker buka tutup selama Ramadan
Memasuki bulan Suci Ramadan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuat penertiban terhadap tempat-tempat hiburan malam. Hal ini untuk menjaga kenyamanan umat Islam dalam menjalankan ibadah puasa.

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) meminta tempat hiburan malam seperti kelab malam, diskotek dan tempat hiburan lainnya untuk membatasi jam buka operasionalnya.

"Ya dibatasi, secara pelan-pelan dikurangi. Kemarin sudah pernah dikurangi dua jam," ujar Jokowi, Jakarta, Sabtu (6/7).

Jokowi membuat penertiban melalui petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Surat Edaran (SE) pun dikeluarkan untuk dijadikan landasan dasar hukum atas langkah penertiban tersebut.

"Kami akan melakukan penertiban di pasar tradisional, PKL, Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (gembel), petasan, miras, arus mudik, dan tempat hiburan malam," ujar Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kukuh Hadisantoso.

Kukuh menegaskan Satpol PP akan menindak bagi yang melanggar ketentuan yang telah dibuat oleh Dinas Pariwisata Nomor 35/SE/2013. Sanksi yang diberikan bagi pelanggar pun tidak segan untuk ditindak tegas. Khusus, bagi tempat hiburan malam, tempat makan, dan tempat-tempat yang bisa menimbulkan potensi gangguan orang berpuasa akan dilakukan penyegelan.

"Kami bisa berikan teguran kalau tidak diindahkan kami bisa segel," tegasnya.

"Nanti kita akan berikan stiker yang bertuliskan 'Buka' dan 'Tutup' dan nanti ada jadwal buka dan tutup," sambungnya.

Menurut Kukuh, pihaknya menempelkan stiker ke semua tempat yang bisa menimbulkan gangguan tersebut.

Untuk informasi, usaha karaoke dan musik akustik dapat menyelenggarakan kegiatan pada bulan Ramadan mulai pukul 20.30 WIB sampai pukul 01.30 WIB. Sedangkan untuk kelab malam, diskotek, mandi uap, Griya Pijat, mesin judi, yang berdiri di pinggir jalan harus tutup selambat-lambatnya satu hari sebelum Ramadan.

Namun untuk tempat-tempat hiburan yang berada di dalam hotel bisa tetap buka dengan ketentuan operasional yang telah ditentukan.

"Saat penertiban kita tidak sendiri, kita ditemani personel dari Polda, Polisi Dinas Pariwisata, dan beberapa pihak lain yang terkait," tandasnya.


Sumber: http://www.merdeka.com

Jelang Ramadan, pemijat plus makin agresif rayu pelanggan

Jelang Ramadan, pemijat plus makin agresif rayu pelanggan
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mewajibkan seluruh tempat hiburan yang berbau mesum tutup selama Bulan Ramadan. Panti pijat dan spa plus yang masuk kategori tempat hiburan pun terpaksa tidak beroperasi. Para pemijat plus dan pengusaha spa mengeluh membayangkan kerugian yang akan diderita.

"Ya bagaimana lagi, kita tutup sesuai aturan saja. Sudah empat tahun kita di sini dan setiap Bulan Ramadan selalu tutup," kata Selvi, salah seorang pengelola pijat plus di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (5/7).

Selvi menambahkan Sabtu (6/7) merupakan hari terakhir spa dan panti pijat yang dikelolanya beroperasi. Dia meliburkan seluruh gadis pemijat yang jumlahnya 18 orang. Selvi mengaku rugi, dia harus memberikan bingkisan lebaran dan kehilangan penghasilan sebulan penuh.

"Mereka kan tidak saya gaji. Hanya dapat uang persenan setiap memijat dan dari tip pelanggan. Kalau THR juga tidak ada. Saya hanya kasih bingkisan, isinya kue, dan sembako. Itu saja," kata wanita berusia 30an ini pada merdeka.com.

Reni (21), seorang pemijat plus juga mengaku bingung menghadapi Ramadan. Dia tak punya penghasilan lain selain dari pijat. Tidak bekerja sebulan penuh berarti tak ada pemasukan sama sekali untuk gadis manis ini.

"Iya, tutup nih. Besok diliburkan. Saya bingung juga. Ya paling sekarang lebih agresif aja kumpulin uang. Kita rayu pelanggan supaya mau kita servis lebih kan nantinya bisa kasih tip yang agak besar. Buat tabungan," kata Reni sambil tertawa.

Reni pun mengaku tak menolak jika ada pelanggan yang nanti minta dipijit saat dia sedang libur. Dia mengaku memang punya cukup banyak pelanggan. Jika tempatnya tutup, Reni mau melayani di luar kantor. Di Hotel atau apartemen pelanggan.

"Saya suka SMS pelanggan. Minta THR dong, sambil bercanda gitu. Ada beberapa yang mau kasih biasanya," jelas Reni.

Reni menuturkan penghasilan pemijat plus tidak besar. Dari satu paket yang diambil konsumen, dia hanya menerima Rp 5.000 sampai Rp 10.000 rupiah. Nah untuk mendapat tip, biasanya pengelola membebaskan pemijat yang disebut terapis untuk memberikan pelayanan lebih. Inilah yang disebut pijat plus. Pijat hanya menu pembuka saja, selanjutnya terapis menawarkan sesi yang lebih intim.

"Biasanya sekali servis plus itu bisa dapat Rp 150.000 sampai Rp 250.000. Sekali kadang dua sampai tiga kali. Tapi kadang ada juga konsumen yang tidak mau plus plus, hanya murni pijat saja. Kalau begitu paling dapat tip Rp 20.000."

Beberapa pemijat mengakui hal yang sama dengan Reni. Mereka bingung harus bagaimana mencari uang. Melayani konsumen di luar panti pijat menjadi alternatif yang sering digunakan.

Tapi tak semuanya seperti itu. Nina, seorang terapis di tempat lain mengaku hanya mau istirahat selama Ramadan. Gadis yang mengaku berasal dari Kalimantan ini memilih menghabiskan waktu di kos daripada mencari uang dengan melayani pelanggan. Menurutnya Ramadan adalah momen untuk berdoa.


"Saya bukan munafik. Tapi saya mau istirahat saja selama Ramadan. Ya satu bulan inginnya berdoa saja, nggak usah cari uang. Saya kemarin udah nabung, tapi kalau pulang kampung kurang uangnya. Di sini (kos) sajalah," kata Nina.

Sumber: http://www.merdeka.com