06 April 2013
DEMAK, suaramerdeka.com - Kondisi ruas jalan Bonang
menuju Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Morodemak Desa Purworejo
Kecamatan Bonang rawan kecelakaan, lantaran tidak ada sepadan jalan
sebagai jalur penyelamat. Padahal jalan dengan konstruksi beton
bertulang ini menjadi pembatas antara sungai dengan wilayah permukiman
penduduk.
Akibat tergerus arus pasang air laut, badan jalan yang
tersisa hanya setinggi sekitar 25 cm. Karena itu, jika roda kendaraan
selip atau keluar jalan beton maka kendaraan bisa saja langsung masuk ke
sungai.
Kades Purworejo, Ali Masad mengungkapkan, wilayah
Kecamatan Bonang merupakan kawasan perkampungan nelayan karena sangat
dekat dengan muara pantai utara. Sejauh ini, pemerintah sudah
mengupayakan perbaikan jalan dengan kontruksi beton bertulang.
Namun,
kata dia, betonisasi jalan tidak seimbang dengan penguatan sepadan
jalan sehingga arus air pasang menggerus jalan. Adapun lebar badan jalan
tersebut sekitar enam meter, tapi karena tergerus abrasi badan jalan
kini hanya selebar empat meter. ‘’Keberadaan jalan sudah
mengkhawatirkan, sebab banyak kendaraan baik itu roda empat maupun roda
dua yang mengalami kecelakaan ketika melintas di sini,’’ katanya.
Kendati
konstruksii beton jallan sangat kuat, namun tanah di bawah beton
tersebut justru tergerus dan tinggi konstruksi beton yang tersisa hanya
0,25 meter. Sebaliknya, kondisi jalan tersebut sangat rawan kecelakaan
pada malam hari lantaran minim penerangan.
Hal senada diungkapkan
Sekdes Purworejo Mundir Andriyanto. Mundir mengatakan, sejumlah warga
juga termasuk dirinya pernah mengalami kecelakaan akibat dari sempitnya
jalan tersebut.
‘’Kendaraan muatan berat tidak bisa melintas jika
berpapasan dengan kendaraan dari arah berlawanan. Salah satu dari mereka
harus mengalah turun dari jalan beton agar tidak terjadi kecelakaan,’’
katanya.
Sementara itu, Kasi Peningkatan Jalan Jembatan Dinas
Pekerjaan Umum Pemukiman Pertambangan dan Energi (DPUPPE) Demak, Dul
Muntholib, membenarkan kondisi ruas jalan Bonang-Morodemak memang rawan
abrasi air laut. Menurutnya, sepadan jalan padas semestinya ditalud
dengan bangunan batu dan cor, sehingga mengurangi kerusakan jalan di
wilayah tersebut akibat air laut.
“Anggaran untuk menalud jalan
sangat besar, sebab panjang jalan beton tersebut hamper tiga kilometer.
Kami akan mengusulkan anggaran pembangunan talud pada APBD tahun
depan,’’ jelasnya.
Sumber: http://www.suaramerdeka.com